Galeri Beli Kopi Luwak Pengalaman Usaha


Pengalaman Usaha

Sepanjang perjalanan kami dalam mendalami usaha kopi luwak sejak tahun 2000-an, kami mendapati beberapa pengalaman. Pada dasarnya kami sangat membutuhkan partner untuk kerjasama dalam mengembangkan usaha ini.

Kami mengenalkan dan meyakinkan melalui media internet kepada dunia pecinta kopi, umumnya mereka sangat tertarik dan kemudian memesan. Para pecinta kopi yang memesan bukan hanya dari wilayah Indonesia saja, banyak juga dari Korea, Jepang, Rusia, Belanda, Amerika, Hongkong, Taiwan, Australia dan beberapa negara Eropa. Hanya saja, untuk beberapa negara Eropa mempunyai regulasi yang ketat terhadap barang yang akan masuk ke negaranya. Jadi, banyak juga pemesan kopi luwak yang tidak dapat dipenuhi apabila pemesan menginginkan kopi luwak yang masih mentah (green beans)

Ada pengalaman kami sebagai pengusaha kecil dalam hal ini. Kami pernah dikunjungi oleh orang dari Korea (Mr. Kim). Pada waktu itu, orang tersebut menawarkan kerjasama kepada kami sebagai investor untuk pengembangan usaha, kemudian kami membuat segala bentuk kesepakatan secara tertulis. Karena kami sudah menjalin kepercayaan, maka kami memberi kesempatan kepada partner kami tersebut untuk membawa semua hasil produksi pada masa itu (+/- 50 kg biji kopi luwak) sebagai bahan promosi. Tetapi setelah partner kami membawa kopi luwak kami, partner kami hanya membayar 25 kg, setelah itu menghilang dan tidak dapat dihubungi lagi hingga kini.

     
Sdr. Anton/Agung
Mr. Kim

Pengalaman kami yang berikutnya, ada juga pengusaha dari Jakarta yang bernama Anton. Pengusaha tersebut bersama rekannya yang bernama Agung, menawarkan kerjasama kep ada kami. Mereka sepakat membuat kerjasama kepada kami, bahwa kami sebagai produsen dan Sdr. Anton/Agung sebagai penjualnya, semua dituangkan dalam bentuk kontrak kerja tertulis. Mereka meminta kami untuk menyediakan kopi luwak dan video/photo binatang Luwak berikut dengan prosesnya. Kami lengkapi permintaan sdr. Anton/Agung, yang pada waktu itu mereka membutuhkan media itu untuk promosi. Pada waktu itu sdr. Anton/Agung hanya membeli kopi luwak dari kami sebanyak 3 kg. Tetapi setelah mereka mendapatkan media dokumentasi, mereka tidak memenuhi kesepakatan kontrak kejasama dengan kami. Bahkan mereka tidak pernah membeli kopi luwak dari kami lagi hingga kini. Walaupun dalam berpromosi, mereka menggunakan photo/media dokumentasi dari kami. Sejak tahun 2005, kami sudah tidak ada hubungan lagi dengan sdr. Anton/Agung.

Berdasar dari pengalaman tersebut, kami mengharapkan sekali adanya partner kerjasama yang jujur dan baik.

 



(c) kopiluwakindonesia.com 2008